Kamis, 09 Mei 2013

Rakorwil III PW Salimah Kalbar

Registrasi Peserta Rakorwil dari masing-masing PD, Tamu Undangan dan Peninjau 
Suasana Pembukaan Rakorwil 


Sambutan Ketua BKOW Kalimantan Barat Ibu Hj. Suma Jeni Haryanti, SH, M.Hum

Sambutan Ketua PW Salimah Kalbar
Penyerahan cinderamata kepada Ketua BKOW Provinsi Kalbar 
Berfoto bersama dengan Ketua PW Salimah, Ketua BKOW, Dewan Pembina PW Salimah Kalbar 

Untaian Tausiyah ustadzah Aan Rohana, lc, M.Ag




Ba'da subuh dihari terakhir Rakornas 2013, Cibubur

Kami berkumpul bersama seluruh pengurus Salimah se-Indonesia dalam sebuah jamaah sholat subuh. Ba’da sholat, salah seorang pendiri dan sekaligus pernah menjadi ketua PP Salimah hadir dan memberikan tausiyah motivasi kepada kami semua.
Ustz. Aan Rohana mengharapkan semua pengurus salimah seluruh indonesia diberikan komitmen yang kuat kpada islam untuk melaksanakan visi dan misi salimah, mewakafkan semua milik kita untuk islam, menjaga peran kepada islam. Mengutip QS. Al munafiqun : Hai orang2 yang beriman, janganlah semua yang dititipkan Allah kpada kita membuat kita lalai. Ingatlah!
1. orang yang msh rendah komitmennya untuk islam adalah orang yang merugi 
2. Sebagai Aktivis salimah, selayaknya kita berkorban dengan waktu, tenaga, anak, harta dan semua Karunia dari Allah yang kita miliki, mencontoh Zainab RA, sebagai istri, beliau menafkahi dakwah rasulullah, tidak hanya menuntut tapi jg mendukung dakwah dengan hartanya
3. Infaq kpada Allah, komitmen kepada islam, akan semakin menguat jika kita sering mengingat mati
4. Sekecil apapun kontribusi kita kepada Allah, akan tetap dijaga, dan dipelihara Allah sampai dengan sebesar gunung Uhud
5. 1 hari di akhirat = 50000 hari  di dunia
Nikmat didunia : hanya sekejap seperti menyeberangi jalan. Jadi, Jangan lama2 bersantai dan lalai
6. Agar bisa mewujudkan visi sesuai sikap rasulullah :
a. Siap Taat dan istiqamah dalam ketaatan, saat mendapat kesulitan n kemudahan, saat terpengaruh dalam suatu situasi apapun, sikap kita kepada Allah tak boleh berubah.
b. Bisa menciptakan segala sesuatu (yang dia miliki) menjadi bernilai kebaikan di setiap waktu, setiap kondisi, bahwa dalam segala sesuatu, harus ada nilai kebaikannya.
c. Berambisilah untuk selalu memberikan manfaat. "Walaupun kamu hanya punya sebelah kurma, bersedekahlah". Dalam Kondisi yang paling minimal sekalipun, berinfaqlah!
Pandailah mengatur waktu, harta dan ilmu, sesedikit apapun agar bisa menjadi manfaat pada orang lain "Takutlah kamu kpada neraka, walaupun hanya dengan sebelah kurma"(al hadist). Segala sesuatu itu jangan sia2, sesedikit apapun harus ada nilai manfaatnya
d. Mintalah pertolongan kepada Allah.

Agar mudah ditolong Allah :
A. ikhlas Berbuat
Ikhlaslah berbuat untuk islam dalam semua perilaku, maka Allah akan tundukkan hati manusia untuk menolong kita, untuk memberikan rezeki. Jika tidak ikhlas, Allah tidak akan memberikan kecukupan kepada kita, Allah tidak akan peduli, Allah akan tinggalkan kita. Jika ikhlas, saat berkurban, akan ada ketenangan karena Allah selalu di dekat kita dan menolong kita. Jadilah Ibu yang ikhlas dan rela berkorban untuk anak, akan berkontribusi kepada kemenangan dan kejayaan islam. Contohnya ibu imam bukhori.

B. bekerja keras/bersungguh-sungguh
Jadilah Mujahadah in perjuangan, melaksanakan kesuksesan peran, memberikan inspirasi. Sehingga ada catatan yang baik dalam sejarah. Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah, akan diberikan petunjuk untuk tetap di jalan Allah. Kegiatan harus tetap berjalan, ada atau tanpa ada dana atau asset apapun. Orang yang selalu bekerja keras adalah orang yang banyak kebaikannya, kebaikan tidak akan pernah hilang darinya. QS.67:2 : “Dia yang menjadikan kematian n kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling banyak amalannya” Maka, bersiap-siaplah untuk berlelah-lelah, karena orang yang tidak mau berlelah-lelah tidak akan pernah sukses.

Lelah yang kita inginkan :
1. lelah bertaqarrub , beribadah kpada Allah. Kejutkan pikiran kita! Bangunkan diri kita!
"Jangan kalian tinggalkan qiyamullail walaupun hanya spt memerah susu domba" (al hadist)
QS. 2 : 77, Banyaklah melaksanakan kebaikan agar menjadi orang yang beruntung, "Mintalah surga firdaus kpada Allah (surga terdekat dari Allah/di bawah arasy Nya) walau hanya dengan sholat dan shaum". Orang yang dekat pada Allah, tanpa memintapun, akan diberi oleh Allah. Tanpa taqarrub kita kpada Allah, tidak akan ada imbas kpada suami and anak kita. Kekuatan kita bukan hanya dari diri kita sendiri, tetapi jg dari Allah

2.Berlelah dalam mencari ilmu
Selalu belajar tanpa henti, Di UNPAD ada mahasiswa berumur 82 thn yang sdengan menyusun disertasi. Milikilah perpustakaan di rumah, rajin bertanya, bersilaturahmi kpada para ulama, ustadz  sehingga ilmu kita berkembang terus. Rajin mengajarkan ilmu kita kpada orang lain, selalu ada tuntutan pada diri sendiri untuk mengamalkannya. Jika ingin cepat sukses dalam mencari ilmu, jangan pernah berhenti! Persaingan dimulai dari kelebihan ilmu, jangan menjadi wanita-wanita biasa, jadi lah wanita yang unggul, punyai wawasan dan ilmu lebih dari ibu-ibu yang lain! Orang yang membaca 200 ayat sesudah tahajud, Allah akan membuatnya menjadi orang yang tidak lalai, dan inspirasi akan selalu datang kepadanya. Jadikan ustz. Yoyoh Yusroh sebagai inspirasi kita.

Investasi kita yang utama adalah keluarga. Anak merupakan asset terbesar yang kita miliki, cermin keberhasilan seorang ibu, yang abadi adalah yang kita wariskan kepada anak. Jadi, yang paling berhak mendapatkan ilmu kita adalah anak. Jangan sampai anak tidak mendapatkan ilmu yang kita miliki sementara orang lain dpat. Suami harus selalu di share ilmu yang kita miliki. Jadi kan rumah kita layaknya masjid, perpustakaan dan MT

3. Berlelah-lelah dengan masyarakatarakat
Peduli pada masalah dakwah dan sosial mereka, tanggung jawab pada umat, bangsa dan negara

4. Berlelah-lelah dalam berinfaq
Orang yang munafiq itu tidak akan lelah menghalangi orang dari jalan Allah. Salimah harus terus lebih dahulu melakukan program dan aktivitas dibandingkan organisasi lain, fastabiqul khairat! Kita tidak akan sukses dengan bersantai-santai!

Semoga Allah memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, rezeki, kemudahan menjadi keluarga islami dan istiqomah yang bisa menjadi contoh untuk orang di sekeliling kita, menjadi ibu solikhah yang dpt mengantarkan anak mnjadi generasi yang baik, istri solikhah yang bisa membuat suami istiqamah dijalan Nya.‎​amin

Serumpun Hikmah Ustadazah Wiryaningsih




ba'da subuh kal itu di masjid Pemuda, PP PON Cibubur, kami berjumpa dengan seorang ibu dari 10 Hafidz/hafidzah, Ustazah Wiryaningsih. Beliau mengingatkan kita untuk tidak termasuk orang yang menyiakan waktu. Persoalan dasar pada saat ini adalah pentingnya membangun keluarga, karena keluarga adalah benteng terakhir. Tembok keluarga bisa berluban dan masuk angin, karena itu harus selalu dijaga. Bukankah Substansi Doa nabi ibrahim ketika meninggalkan Mekkah memberikan makna bahwa kita tidak boleh lupa pada  generasi selanjutnya yang akan meneruskan risalah dakwah. Lalu, bagaimana meningkatkan kualitas keluarga salimah? Ustz. Wiryaningsih menyampaikan 3 kata kunci :

1. Salimah :
Salimah adalah model gerakan muslimah yang kokoh orientasi perjuangannya, yang memiliki agenda besar dalam penyelamatan keluarga. Akhlak muslimah selalu dekat dengan urusan keluarga dan anak. Peran wanita sangat penting dalam sejarah yang tercantum dalam QS. AnNisa : 124 bahwa peran sejarah yang paling dekat dengan keluarga adalah hadhanah (pengasuhan). Bahwa tugas utama muslimah adalah mengokohkan perannya sebagai seorang ibu dan istri dalam keluarga (Baik dalam konteks sebagai pribadi maupun sebagai anggota salimah). Salimah merupakan benteng dalam masyarakat yang mengokohkan keluarga masyarakat. Ingatlah bahwa "saya adalah seorang pengurus salimah! (jangan pernah lupakan itu dimanapun kita berada). Kultur masyarakat kita amat sangat mementingkan makna keluarga. Jangan terpengaruh dengan gerakan women empowerment: (pemberdayaan perempuan) yang menyatakan perempuan hebat adalah perempuan yang sibuk diluar rumah, berkiprah aktif di berbagai kegiatan sosial,politik,hukum dan lain-lain ( sehingga dapat melalaikan keluarga)

2. Keluarga
Keluarga adalah batu bata bangunan benteng. Jika pembenahan keluarga kita tinggalkan , maka itu sama dengan kita menghancurkan misi yang kita perjuangkan. Jadikan masalah keluarga sebagai masalah yang harus selalu kita kedepankan dan menjadi fokus pembinaan. Kewajiban kita dalam membangun keluarga tidak akan mungkin di lakukan sendiri tanpa bantuan suami, jadikan suami sebagai mitra. Ingatlah, bahwa seseorang memperoleh apa yang diusahakannya tergantung dari apa yang dicita-citakannya. Salah 1 ciri orang besar : dia berpikir diluar waktu dan tempat dimana dia berada sekarang. Jadilah inspirasi untuk di setiap gerakan muslimah. Banyaklah membaca, karena itulah cerminan diri kita. Mencari inspirasi dari Umar bin khatab yang mana ketika menjadi seorang pemimpin, tidak boleh lupa dengan orang2 dibawah/yang dipimpin, kemudian menekankan betapa pentingnya memilih pasangan untuk menyiapkan generasi kedepan dan yang terpenting adalah mendidik anak-anak kita sekarang untuk menyiapkan mereka menjadi generasi visioner

3. Kualitas
Kualitas keluarga salimah yang harus ditingkatkan, diantarnya adalah:
A. Peningkatan aqidah
Asah hubungan kita dengan Allah secara terus menerus. Dalam QS Annur : 35 mencerminkan bagaimana agar Cahaya keimanan, cahaya perubahan, cahaya kebaikan selalu memancar dari aktivis salimah sehingga membuat masyarakat di sekelilling kita merasakan keberadaan salimah. Substansi islam adalah agenda perbaikan dalam semua terminologi. Hubungan kita dengan Allah tidak akan bertambah jika kita mengurangi hubungan kita dengan Alquran, sehingga setiap orang yang berinteraksi dengan AlQur'an, dia akan terus bergerak dan menggerakkan. Dalam meningkatkan Kualitas keluarga, harus selalu dipastikan semua anggota keluarga kita selalu berinteraksi dengan Al qur'an, selalu berbuat baik. Jangan mnjadi orang yang tidak punya prinsip : kemana angin bertiup, dia selalu mengikuti

2.Peningkatan kualitas Akhlak

3.Peningkatan kualitas Ibadah

4. Produkitaifitas amal
Sebagai aktivis salimah, jadilah Ibu model yang bergerak dalam rumah, selalu membuat prestasi, dan melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain. Orang yang berkarya dan produktif akan diberi Allah kemampuan menaklukkan dimana hal itu hanya bisa didapat dengan kedekatan kita kepada Allah..

Jadilah manusia yang menjadi sejarah

Sekuntum Semangat dari Ketua PP




Alhamdulillah... Sahabat Salimah,
Beberapa wakitau yang lalu, PW Salimah Kalbar kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Ibu Nurul Hidayati yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat Salimah. Dalam kesempatan yang singkat namun tetap ceria tersebut, Kanda Nurul Hidayati memberikan kami motivasi dan semangat untuk tetap bergerak dalam dakwah melalui bendera Salimah.  Kanda Nurul menyampaikan Visi salimah yaitu Menjadi oranganisasi massa muslimah yang dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga dan anak indonesia. Mimpi besar salimah adalah menjadi pohon besar yang menaungi dan memberi manfaat buat sekelilingnya, dengan pergerakan yang dinamis dan selalu bergerak, ada amalan dan selalu ada kegiatan yang memberikan manfaat bagi semuanya. 

Kanda Nurul juga mengingatkan kita akan masalah sosial yang terjadi disekeliling kita seperti narkoba, meningkatnya kasus traficking dan maraknya pornografi yang sangat mengkhawatirkan. Pornografi menjadi momok yang meresahkan karena dapat merusak generasi muda akibat 6 hormon yang seharusnya akitaif pasca menikah, telah diakitaivasi sebelum wakitaunya. Kaum perempuan yang masih mempunyai hati nurani tidak akan mungkin bisa hidup tenang mengetahui berbagai masalah ada di sekelilingnya. Kanda Nurul mengajak kita untuk senantiasa mentauladani Rasulullah, dimana disaat kondisi yang paling sulit sekalipun harus dapat memotivasi kita untuk terus berbuat kebaikan. Selain itu, dalam beribadah n beramal sholeh haruslah selalu bersama dalam ikatan jamaah yang menguatkan satu sama lain, karena bersama orang yang beriman ada kesantunan, kasih sayang, kerjasama yang penuh dengan ikatan cinta. Ketika bertemu dengan jamaah, pasang selalu wajah yang manis, sikap yang ra'uf, respect setiap orang dan memuliakan manusia sebagaimana Allah telah memuliakan kita.

Sebagai pucuk pimpinan Salimah, Kanda Nurul Hidayati dalam taujihnya menekankan pentingnya daur oranganisasi, antara lain :
1 soliditas/konsolidasi
Memastikan soliditas tim, padat, tidak terpecah-pecah, saling mengenal, saling mengetahui satu sama lain, rumus kimia masing-masing, sehingga satu sama lain merasa dipahami, merasa nyaman sebagai sebuah tim, kenali pintu-pintu hati saudara kita, dengan mengeenali keluarga, anak-anak dan lingkungan mereka.

2. Koordinasi
mengetahui job description masing-masing dan ada target2 kerja yang disanggupi. Conuntukh : setiap tahun harus ada rapat kerja, jangan sampai ada dan tiadanya oranganisasi ini tidak terasa.

3. Mobilisasi
mobilisasi akan lebih mudah dilakukan jika sudah tercapai solidasi dan koordinasi

Bukitaikan dalam diri kita sendiri, sekali menjadi pengurus salimah, kita punya tanggungjawab menjalankan visi. Barangsiapa yang beramal sholeh, sungguh amal sholihnya untuk dirinya sendiri. Ketika kita sudah memulai kebaikan, hidup tidak akan steril dari godaan, sekali memulai, tuntaskanlah! Beramallah dengan itqon, sungguh2, menjadi pengurus jangan asal beramal. Karena ada peluang di salimah, yaitu ladang amal sholeh. Karena Allah Maha melihat, siapa yang bersungguh-sungguh, bermain-main dan tidak amanah, karena amal kita akan kembali kepada kita. Tunggu janji Allah kpada kita yang tersirat dalam QS.Al Fushilat bahwa ada berita gembira bagi orang yang bersungguh-sungguh, sesungguhnya bagi orang yang istiqamah, malaikat akan berada disekitarnya dan menyeru kepadanya untuk jangan takut dan jangan pula bersedih hati. Selalu Optimis dan berbahagialah. Karena jika kita bertawaqal, insyaAllah akan dimudahkan jalan. Jadilah orang-orang yang diakhir kehidupannya adalah orang-orang yang akitaif dalam dakwah. Jadilah orang-orang baik, masuk surga dengan terkejut. Terkejut karena Allah mengampuni dosanya memuliakannya. Jangan menjadi orang-orang yang menyesal, menawar kepada Allah setelah dipanggil.
Hiduplah dengan antusiasme, jangan mau menjadi orang yang biasa-biasa saja, apalagi jadi orang yang tidak jelas, yang akhir hidupnya buruk.

Raihlah mimpi dengan jati diri salimah. Yakinlah akan ada keberkahan Allah dibeikan pada orang yang menerima amanah. Pahami apa arti sebuah amanah, seberat apa konsekuensinya, apa yang dituntut dari sebuah tugas, mulai dengan hati yang sidiq, mengartikan amanah yang kita terima sebagai ajang untuk meraih surga yang tertinggi, memastikan ibu kita tidak sia-sia melahirkan kita, membahagiakan hatinya yang sudah kita susahkan sejak, menjadi orang yang terbaik, yang memiliki banyak manfaatnya buat orang lain. Miliki motivasi internal dan motivasi external. Ingatlah, bahwa sebaik-baiknya keislaman seseorang adalah yang meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Jangan jadi akitivis dakwah yang ikut-ikutan. Perbedaannya ada pada persepsi jiwa, aktivis dakwah sesungguhnya akan selalu berkata “alhamdulillah ya Allah sy bisa sibuk mengurusi umat dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi” . Amanah yang kita terima saat tidak sebesar sahabat2 rasul pada waktu yang lalu. Minta izin pada Allah, berdoa pada Allah dan mohon kekuatan agar bisa tetap berdakwah n memberi solusi , mendapat rezeki untuk mendukung dakwah, minta hidup kita efektif, sadar apa yang kita lakukan, punyai misi pribadi (refresh iman, jangan memble, setiap keletihan dalam kebaikan menjadikan selalu bersyukur, ketrampilan harus bertambah in kmnks, media social, ilmu lain, menambah kreativitas). Orang yang memiliki “mental memberi” berarti dia telah mengaktivasi gen yang ada dalam diri sebagai modal khadimatul ummah, pelayan ummat : service excellent pada masyarakat, meinta hanya kpada Allah Yang Maha Kaya. Jadilah orang yang ramah, keluarga optimal, Ibu bahagia, ayah gembira, anak2 sukacita. Jadilah wanita yg walaupun tidak produktif, tapi tidak konsumtif. Saling menguatkan, menjalin kemitraan antar komunitas lokal dan jadilah entrepreneur seperti khadijah.

So, jadilah perempuan yang kuat!

Tunjukkan kita sebagai oranganisasi yang  memajukan perrmpuan indonesia dengan formula sendiri, yang mengenal diri sendiri sesuai dengan jati diri bgs kita!

Sebongkah Permata Hikmah Ummi Farida



Pagi hari nan indah kali ini dibuka dengan taujih Robbani oleh ustadzah Farida, beliau adalah ummi dari ketua PP Salimah, ust.nurul hidayati. Ummi Farida mengingatkan kita sebagai Muslimah adalah penerus perjuangan yang harus tidak kenal lelah menjunjung kalimat Allah yang Maha Tinggi,  karena  tidak akan pernah sama orang yang duduk berpangku tangan dengan orang yang bergerak.

Ummi Farida mengajak kita semua untuk senantiasa meningkatkan kesabaran, kesungguhan dan keuletan dalam bekerja dan berdakwah. “Jangan putuskan dakwah di tengah jalan dan jangan terpedaya rayuan dunia, karena yang dilihat disisi Allah adalah ketaqwaan” Begitulah kiat dakwah menurut Ummi Farida. Allah telah turunkan reward yaitu malaikat kepada kita, maka janganlah bersedih karena Allah telah menyediakan surga. Ummi Farida mengingatkan kita tentang ciri-ciri orang yang beriman, yaitu ketika diberi kenikmatan maka ia bersyukur, dan apabila diberi ujian maka ia  bersabar.

Ummi Farida mengatakan bahwa kunci sebuah rumah tangga ada pada seorang istri. Sekacau apapun rumah tangganya, jika istrinya solikhah, InsyaAllah Akan dapat melalui semua ujian dengan baik. Seringkali kita tidak menyadari bahwa banyak masalah pewarisan nilai terhadap anak dalam keluarga. Hal ini dapat dihindari dengan membiasakan perbuatan orang tua sesuai dengan quran dan hadist, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap anak secara berkala, memberikan pelayanan kepada suami yang mana pahalanya sama dengan ibadah sunnah selama 1 tahun. Membiasakan memberikan bacaan kepada anak-anak dengan buku-buku islami, memberikan ketauladanan seorang ibu yang senantiasa bangun ditengah malam yang dapat membuat wajahnya cerah dan hatinya cemerlang.

Tidak mudah memang dalam menjaga stamina dalam dakwah, baik secara fisik maupun psikis. Ummi Farida memberikan tips bagaimana menjaga stamina dalam berdakwah, antara lain Puasa Senin-Kamis, menjalankan puasa ayamul bidh, mengatur pola makan yang baik seperti mengkonsumsi pangan lokal, obat-obatan alami (herbal) seperti kunyit, sirih, dan buah, makan makanan yang sehat jangan makan makanan instan/junk food. Ummi farida menegaskan bahwa yang perlu diingat dalam berdakwah antara lain : Bekerja, bekerja, bekerja!, Kita Muda, semangat, bergerak !, kembangkan potensi, tingkatkan kreativitas, jangan lelah berjuang, Ikhlas dlm berbuat, miliki rasa syukur, sadari bahwa tidak ada yang sempurna, dan yang terpenting adalah Berikan amalan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

“jadikan diri kita sebagai ibu yang terhormat di depan anak2, sehingga kpada bundalah segala puji setelah Allah dan rasul” demikian Ummi Farida mengutip syair dari seorang ibu mesir dan mengakhiri taujihnya.

Memetik Tausiyah ustadzah nani handayani yang mengatakan bahwa “Kecantikan adalah ilmu, begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu adalah orang yang cantik”. Senantiasa tersenyum, karena senyuman cinta akan membawa rezeki yang barakah. Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah dan setiap sedekah akan kembali kpada kita.

Peran perempuan dalam mengokohkan keluarga dapat dilihat dari QS. Mujadilah 1-3 yang mengambil hikmah kisah Khaula binti tsalabah yang gigih mempertahankan rumah tangganya, ketika sang suami (Aus bin Tsamid) mengatakan “engkau spt punggung ibuku” yang bermakna cerai. Maka, turunlah ayat diatas, yang menegaskan bagi orang yang menzihar istrinya, maka baginya harus membayar denda, atau berpuasa selama 2 bulan atau memberi makan orang miskin 60 orang. Kesimpulannya adalah mempertahankan rumah tangga adalah ibadah. Bagaimana Khaula binti Tsalabah mempertahankan Aus bin Tsamid yang tua, miskin, sakit-sakitan dan berakhlak buruk karena tidak ingin kelhilangan ladang untuk beribadah dan berdakwah. Bertahanlah karena cintaNya. Keluarga bisa bertahan karena cinta, cinta adalah memberi, orang yang selalu memberi tidak pernah kering n kehabisan

Sabtu, 30 Maret 2013

Serial Cinta Anis Matta


Seperti angin membadai.. kau tak melihatnya, tapi merasakannya. Begitulah cinta, ia ditakdirkan menjadi kata tanpa benda. Seperti banjir menderas, kau tak kuasa mencegahnya dan hanya bisa ternganga saat ia menjamah seluruh permukaan bumi. Demikianlah cinta.

Cinta ditakdirkan menjadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar. Tak terlihat, hanya terasa. Tapi dahsyat. 

Cinta seperti api yang menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Hanya bisa menari saat ia mengunggun. Seperti itulah cinta..

Cinta adalah kata tanpa benda. Mutiara bagi ribuan makna. Wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Tapi ia jelas, sejelas matahari.

Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan. Bukan definisi. Ia disentuh sebagai sebuah situasi manusiawi..

Cinta merajut semua emosi manusia.. begitu agung tapi juga terlalu rumit.. begitulah cinta. Cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan.. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara murka dan dendam...

Iman itu laut, cintalah ombaknya.. Iman itu api, cintalah panasnya.. Iman itu angin, cintalah badainya..

Cinta itu memanusiakan manusia dan mendorong kita memperlakukan manusia dengan etika kemanusiaan..

Cinta adalah kegilaan jiwa. Saat ia merasuki jiwa, energimu jadi berlipat, mendidih bak kawah yang siap meledak dan membakar sekelilingnya.

Cinta adalah kekuatan perubahan yang dahsyat. Selalu berusaha memahami dan menghidupkan. Membuat manusia lebih peka dan saling menghargai. Tidak seperti kekerasan, cinta justru butuh kesabaran dan usaha dari dalam. Lebih dari sekedar kekuatan fisik.

Kekuatan cinta mampu membelah badan bulan. Mampu memecahkan tengkorak tanpa pukulan, bahkan menghancurkn tentara Fir'aun tanpa pertempuran.

Saat kamu berperang di bawah bendera kebenaran, cinta mengendalikan motif dan caramu berperang. Meski tetap ada kekerasn dan darah, cinta membuat perang menjadi agung, etis dan manusiawi. Maka mereka yangg tak terlibat dalam perang tak boleh dijadikan korban

Saat cinta lenyap dari kehidupn, maka tak ada lagi kedermawan kolektif yang membuat kita mau berbagi. Yang tersisa hanyalah keserakahan. Keserakahan di sisi lain akan menimbulkan kemiskinan. Kemiskinan akan mengubah orang menjadi pendendam dan mencari kambing hitam..

Hanya cinta yang mampu merekatkan dan mengubah dendam dan keserakahan.. Karena hakikat cinta adalah memberi dan berbagi... Cinta jugalah yang mampu mengubah dunia menjadi sepenggal firdaus...

Arafah, inilah potret negeri cinta. Seluruh jiwa menyatu dalam lukisan yang rumit: disatukan oleh kekuatan cinta yang lahir karena kekuatan iman. Arafah adalah potret negeri cinta. Saat pasukan cinta datang membebaskan jiwa-jiwa manusia dari belenggu yang membatasi hidupnya dari sekat tanah dan etnis

Arafah adalah potret negeri cinta. Saat celupan cinta jiwa-jiwa muncul dalam kesamaan-kesamaan yang baru. Keramahan yang tulus, kerendahan hati yang natural. Arafah adalah potret negeri cinta.. Negeri yang menunjukkan bahwa batasan negeri kita adalah ruang hati kita. Seluas apa ruang hati kita dapat menampung orang lain dengan cinta, seluas itulah negeri yang kita huni. Arafah adalah potret negeri cinta yang menunjukkan selama apa cinta dapat bertahan dalam hati kita, selama itulah umur negeri kita

Cinta selalu mampu menjalin setiap jiwa dalam kelembutan yang menyamankan. Cinta juga selalu mampu menampung semua bentuk perbedaan. 

Cinta juga melahirkan pertanggungjawaban pada stiap mereka yang selalu bertanya mampukah mempertanggungjawabkan sikapnya di depan Sang Khalik. Cinta juga melahirkan kelembutan. Seperti sapu lidi yang direkatkan oleh cinta untuk membersihkan kehidupan. Tapi ikatan cinta mengatur irama para pencintanya dalam keserasian yang indah. Itulah sebabnya mereka kuat. Juga Nyaman dan abadi.

Taman Hati ialah taman hidup. Meski sempit ruangnya, tapi cinta mampu membuatnya menjadi lapang. Cinta membuatnya nyaman dihuni. Kenyamanan itulah rahasia jiwa yang diciptakan cinta. Ia bisa membuat kita bertahan memikul beban, melampaui gelombang peristiwa dan tetap merasa damai.

Cinta menciptakan kenyamanan yang menyerap semua emosi negatif; masuk dalam serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Cinta juga mampu mengobati segala luka. Semua luka emosi yang kita alami sepanjang hidup hanya mngkin dirawat di sana, dalam rumah cinta.

Dalam rumah cinta kita menemukan sistem perlindungan emosi yang ampuh. Karena hakikat cinta itu sesungguhnya hanya satu : memberi. Cinta dan memberi itu seperti pohon, mulanya ia menyerap matahari dan air. Kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya.

Cinta mengajarkan kita memperoleh hak-hak kita dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita pada orang lain. Karena itulah cinta saling menggenapi dan mempertemukan dua kutub jiwa.

Di alam jiwa, sayap cinta sesungguhnya tak pernah patah. Kasihnya pasti akan selalu sampai. Karena bila ada cinta di hati yang satu, pasti ada cinta di hati yang lain. Seperti satu tangan yang takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain

Ketika kasih tak sampai, atau uluran cinta tertolak, sesungguhnya yang terjadi hanyalah kesempatan memberi yang lewat. Karena selama kita memiliki cinta.. kita akan selalu memiliki sesuatu yang kita berikan pada yang lain. Sesungguhnya kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada orag lain yang tidak mencintai kita.

Jalan para nabi kita adalah jalan cinta. Kita adalah anak-anak cinta. Dan cinta adalah ibu kita. Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dengan cara yang sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung.

Cinta adalah kutub jiwa yang berlawanan dengan tirani; ia lahir dari respek dan penghargaan kepada manusia. Saat kekuasaan mendapatkan sentuhan cinta,wajahnya berubah: gurat-gurat kekejaman segera berganti menjadi garis-garis kerentaan dari penguasa yang melayani.

Hanya dalam genggaman cinta kekuasaan berubah jadi alat untuk melindungi, melayani dan menyejahterakan rakyatnya. Dengan energi cinta sang penguasa bukan lagi kuda liar yang setiap saat bisa melompat dari kandang dengan energi kekuasaan..

Sang penguasa dalam genggaman cinta adalah mata air kebajikan yang pada satu saat bertemu dengan hujan deras kekuasaan, maka jadilah ia banjir; kebajikan melimpah ruah dalam muara masyarakat manusia. Demikianlah energi cinta memberi dan melayani.

Sebaik-baik pmimpin adalah yang kalian cintai dan ia mencintai kalian. Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan ia membencimu.

Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Tapi kebanyakan orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. Dalam kehidupan mereka, cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan indah. Mereka bahkan menderita untuk menikmati romantika cinta. Itulah karenanya kehidupan mereka tidak berkembang..

Cinta adalah sebuah totalitas. Di sana gagasan, emosi dan tindakan menjdi kesatuan yang utuh dan bekerja bersama demi kebahagiaan orang-orang yang kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yang lemah dan lembek tidak dapat mencintai dengan kuat. Para pencinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yang kuat. 

Cinta itu indah. Bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Inti pekerjaannya adalah memberi, pada orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik. Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi... begitulah cinta. Menerima? Itu mungkin dan bisa jadi pasti! Tapi itu hanya efek. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. 

Pencinta sejati menjadikan dirinya seperti air dan matahari. Ia membuat orang lain tumbuh dan berkembang dengan siraman air dan sinar cahayanya. 

Para pecinta sejati tak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. 

Para pecinta sejati tak suka berjanji. Karena janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan. Berbeda dengan janji, rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Ketergantungan yang menghidupkan.. 

Cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang untuk hidup. Meski kehidupan yang mereka bangun sering tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. 

Hadirnya cinta sejati akan sangat terasa begitu ia pergi. Saat itu ada kehilangan menyayat hati. Ada ruang besar kehidupan yang tak berpenghuni 

Saat seseorang kehilangan cinta sejati, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang bisa menurunkan hujan air mata yang amat deras.

Intinya cinta adalah memberi, pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam.

Perhatian adalah pemberian jiwa: sebuah kondisi dimana kamu keluar dari dirimu menuju pada orang lain yang kamu cintai..

Kekuatan para pencinta sejati adalah bahwa mereka pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh.

Perhatian: itulah rahasia agung dari cinta. Saat ia hilang, jiwa orang yang dicintai tersiksa, mungkin ia tak mengatakan, tapi ia merasakan.

Pekerjaan kedua bagi para pecinta sejati setelah memperhatikan, adalah menumbuhkan. Menumbuhkan sang kekasih untuk menjadi lebih baik dan berkembang. Inilah cintanya cinta.

Pertumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dengan cinta seorang melankolik. Penumbuhan memberikan sentuhan edukasi pada hubungn cinta.

Sukses pecinta sejati adalah seperti sukses cinta seorang guru pada muridnya. Saat nafas cintanya meniup kuncup pun mekar menjadi bunga. []

Sumber : Kulwit @Anis Matta

Anis Matta : Makna Kearifan


Kearifan itu kalau kita cari kata Arabnya, lebih tepat sebenarnya menggunakan katahikmah. Walaupun, kata irfan di dalam bahasa Arab juga relatif sama artinya dengan hikmah. Jadi kalau kita mengatakanal-‘arifu atau al-hakiim, kira-kira maknanya sama. Kalau kita berbicara al-hikmatu wal-irfan, kira-kira artinya juga sama. 

Kalau kita mau mencari definisi tentang hikmah itu ada di dalam definisi ushul fikih. Di dalam kitab-kitab ushul disebutkan, al-hikmatu hiya al-atsarul ladzii yatarattabu ‘ala fi’li syai’i au tarkih. Hikmah itu adalah dampak yang timbul dari mengerjakan sesuatu atu meninggalkan sesuatu. Ulama-ulama membedakan antara kata hikmah, karena ini sering bias, dengan istilah lain yakni illat. Illat itu adalah sebab kita melakukan sesuatu, alasan kita melakukan sesuatu. Atau, sebab sesutau itu dinyatakan halal atau haram.

Contoh hikmah itu dalam terapan ushulnya, misalnya, innash shalata tanha ‘anil fakhsyaa’i wal munkar. Jadi kalau kita melaksanakan shalat secara benar, maka dampak yang ditimbulkannya adalah mencegah kita dari melakukan kemungkaran atau sesuatu yang keji. Kalau illat, sebab sesuatu itu dilakukan, biasanya menjelaskan mengapa hukum itu jatih seperti itu, halal atau haram. Dan hukum-hukum itu ada yang dijelaskan illat-nya dan ada yang tidak.

Misalnya, mengapa babi diharamkan. Itu tidak ada penjelasan tentang illat-nya. Haramnya haram mutlak. Misalnya lagi kalau kita lihat kenapa zakat itu diwajibkan, itu ada illat-nya. Tetapi kalau kita melaksanakan zakat kemudian muncul dampak sosial lainnya, itu disebut hikmah. Saya mau menggarisbawahi kata dampak. Jadi perkataan kita itu berdampak, perbuatan kita itu berdampak. Seseorang yang disebut arif atau disebut bijak, itu adalah yang memikirkan dampak dari perkataannya atau perbuatannya.

Dampak itu ada dua jenisnya dari segi waktu. Yang pertama dampak jangka pendek. Yang kedua jangka panjang. Ulama-ulama kita mengatakan, ini ada kata-kata yang sejenis: hakim, arif dan aqil. Tiga kata itu sejenis, perbedaannya tipis dalam terminologi Arabnya. Ulama-ulama kita mengatakan, siapa yang disebut orang yang berakal: Al-Aqilu, andharun naasu fil awaaqid. Orang yang berakal itu adalah orang yang paling jauh pandangannya tentang akibat-akibat dari segala sesuatu. Jadi yang memikirkan dampak jangka panjang dari setiap tindakannya itu. Jadi kalau kita melakukan ini sekarang, ini akan ada dampaknya begini, begini, begini, dan seterusnya. 

Jadi, ikhwah sekalian, yang kita maksud dengan kearifan, atau hikmah, atau keberakalan adalah kita mengontrol tindakan kita pertama kali bukan pada tindakannya tetapi pikirannya. Dengan mengontrol tindakan pada pikirannya itu maka kita memikirkan segala tindakan yang akan kita lakukan sebelum kita benar-benar melakukannya. 

Di dalam terapannya, sering kali manusia seorang diri itu tidak pernah benar-benar bisa mendefinisikan apakah dampak dari perbuatannya itu baik atau buruk. Atau apakah perbuatannya itu dampak baiknya bertahan sejenak kemudian dampak buruk datang sesudahnya. Manusia seorang diri itu mengalami pergulatan di dalam dirinya dengan unsur subyektifitas. Misalnya kalau Anda ingin menikah. Begitu Anda tertarik secara fisik, lalu kita mulai berpikir apakah menikah dengan perempuan ini baik bagi masa depan saya atau tidak. Apakah perempuan ini akan jadi problema bagi saya atau solusi bagi saya. Dan tidak mungkin kita bertanya kepada calon istri, “apakah kamu ini problem atau solusi?” Kecuali kalau ada keterusterangan yang tinggi kita bisa meraba-raba. Tetapi kita selalu mengalami bias. Begitu secara fisik kita tertarik, biasanya kita mengalami bias subyektifitas itu. 

Misalnya ada lagi, orang ini pernah melukai Anda. Menzalimi Anda. Suatu waktu Anda ada di dalam power dan mungkin punya kekuatan untuk membalas orang ini. Bias dendam itu ada. Dan mungkin kita mendapatkan pembenaran jangka pendek untuk melakukan balas dendam. Nah, biasanya kita mengalami bias subyektifitas seperti ini.

Di dalam banyak hal, terutama ketika pilihan-pilihan tindakan itu banyak, kita pasti mengalami bias. Misalnya waktu Anda memilih jurusan, bias subyektifitas itu banyak. Atau kita memilih pekerjaan. Bias subyektifitas itu banyak. waktu pilihan-pilihan itu banyak, biasanya kita punya malasah tentang subyektifitas. Biasanya karena efek subyektifitas ini, pilihan kita atas tindakan-tindakan itu seringkali tidak tepat. Dan karena ketidaktepatan itu, maka dampaknya akan muncul kemudian. Beberapa waktu kemudian baru kita sadar bahwa ternyata pilihan ini salah. 

Itu sebabnya, ikhwah sekalian, Allah Subhanahu wa Ta’ala menderivasi kembali makna keberakalan, makna kearifan ini di dalam implementasinya. Allah Subhawahu wa Ta’ala mengatakan, “alladziina yastami’uuna qaula fayattabi’uuna ahsana. Ulaa-ika hum ulul albab.” Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik dari perkataan itu, mereka itulah yang disebut ulul albab. Orang yang berakal.

Jadi, faktor utama yang membantu kita berakal, menjadi arif, itu adalah kebiasaan mendengar. Bukan kebiasaan bicara. Itulah hikmahnya mata kita dua, telinga kita dua, mulut kita satu. Dua kali mendengar, satu kali bicara. Kalau ditambah, dua kali mendengar, dua kali melihat, baru satu kali bicara. 

Karena itu ada pepatah juga yang mengatakan, ash shomtu hikmatun waqaliilun fa’iluha. Diam itu adalah kearifan, tetapi sedikit sekali orang yang bisa melakukannya. Jadi jika Anda ingin menjadi arif, latihan pertamanya adalah kontrol mulut. Biasakan untuk tidak banyak bicara. Dan jika Anda harus bicara, pastikan bahwa yang keluar itu emas. Paling sedikit, perak. Paling sedikit lagi, perunggu. Tapi yang pasti, jangan racun. Itu latihan pertamanya.

Anda pasti punya masalah, sekarang kita hidup di dunia ekstrovert. Sekarang ini kalau Anda mau eksis Anda harus harus sangat ekstovert. Orang-orang introvert seperti tidak punya tempat di dunia kita sekarang ini. Padahal juga tidak demikian. Sebagian besar pemimpin besar di dunia itu, introvert pada dasarnya. Cuma, ini penelitian yang bagus buat antum semuanya, coba cari di internet bagaimana eksis sebagai intorvert di dunia yang sangat ekstrovert. Search di internet, insya Allah banyak buku yang keluar di tema itu. Supaya kita mengetahui bahwa makna dari diam itu, pesan ini benar adanya. Ini adalah kebenaran yang abadi. ash shomtu hikmatun waqaliilun fa’iluha